Mari Menulis

Juni 22, 2009



--scripta manent, verba volant...--
yang diucapkan akan hilang terbawa angin, yang tertulis akan abadi..


Saya mendapatkan kata-kata itu dari status Fahd Djibran di facebook. Saya sepenuhnya setuju dengan kalimat itu. Karena terbukti bahwa segala yang diucapkan secara lisan itu akan cepat hilangnya daripada yang diutarakan dengan tulisan atau dicatat.

Ketika kita menuntut ilmu di sekolah, pastilah kita dianjurkan membawa buku notes atau catatan untuk mencatat materi pelajaran yang diberikan agar siswa dapat mempelajarinya ulang di rumah atau di mana saja. Apa jadinya kita tanpa catatan? Pasti bingung untuk belajar karena tidak punya catatan. Sampai-sampai kita harus repot mem-fotokopi catatan teman untuk belajar (untuk kepekan/contekan/memori eksternal??)

Kadang orang malas untuk mencatat, bukan kadang lagi, hampir setiap orang pasti pernah malas mencatat atau menulis sesuatu. Padahal dari menulis atau mencatat ilmu kita akan awet karena tergoreskan dalam catatan. Bagi orang yang hobi menulis, menulis bukanlah hal yang membosankan, justru akan sangat menyenangkan menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan.

Banyak orang yang membawa buku jurnal harian atau agenda harian dalam setiap kegiatannya. Itu berfungsi jika ada suatu hal penting yang harus di ingat dia tidak perlu mengingat-ingatnya lagi, hanya cukup di tuliskan saja dalam bukunya itu. Atau menulis kata-kata penting dari seorang narasumber ketika sedang menghadiri seminar, ceramah, atau talkshow.

Menumbuhkan minat untuk menulis sebenarnya sangatlah mudah. Dimulai dari diri sendiri, dengan menulis apa saja yang kita pikirkan, kemudian apa yang kita kerjakan, atau menulis tentang sesuatu atau seseorang yang kita sukai. Pastilah akan sangat menyenangkan. Jangan ambil pusing dengan tata bahasa kita yang mungkin masih mawut. Tuliskan saja apa yang ada dalam pikiran kita, biarkan mengalir begitu saja.

Kalau bosan menulis di buku, kita bisa mencoba menulis di blog, seperti yang kebanyakan orang lakukan saat ini. Atau menulis di buku diary. Diary bukan cuma buat cewek kok, banyak juga cowok yang juga menulis di diary. Banyak macam diary yang bisa kita pilih sesuai dengan selera kita. Atau bisa juga memlilih buku agenda harian biasa jika ingin tipe yang sederhana.

Menulis sangatlah mudah. Siapkan pena dan kertas, lalu tuangkan pikiranmu di atas kertas dengan goresan penamu. Jika sudah terbiasa menulis, suatu saat nanti pasti akan tercetus ilmu-ilmu baru dari pemikiran kita yang akan diketahui oleh dunia. Kemudian ilmu itu akan tertular kepada orang lain, begitu seterusnya membawa manfaat dan perubahan ke arah yang lebih baik.


Selamat menikmati, lebih nikmat diminum dingin..!

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe