In
book,
music
Menanti Dilan
Dulu saya pernah cerita tentang Dilan. Beberapa hari yang lalu buku lanjutan cerita Dilan sudah terbit. Tapi saya belum mendapati Dilan di toko buku manapun. Mungkin Dilan masih dalam perjalanan dan belum minta dijemput.
Sebagai gantinya saya menyimak posting Pidi Baiq di Twitter
In
pakpolisiblog,
sajak
Jarak
Aku rindu berlari kecil untuk menyamai lebar langkahmu
Aku rindu menatap pantulan bayangan wajahmu di layar komputer sleep mode itu
Aku rindu wangi sabun mandi di tubuhmu
Jarak, membuatku berlari kecil demi menyamai langkahmu
Jarak, membuatku bisa melihat pantulan bayangan wajahmu di layar
Jarak, membuatku bisa membaui wangi sabun mandi tubuhmu
Jarak.
Aku rindu menatap pantulan bayangan wajahmu di layar komputer sleep mode itu
Aku rindu wangi sabun mandi di tubuhmu
Jarak, membuatku berlari kecil demi menyamai langkahmu
Jarak, membuatku bisa melihat pantulan bayangan wajahmu di layar
Jarak, membuatku bisa membaui wangi sabun mandi tubuhmu
Jarak.
Aku ingin merasakan diriku sendiri tanpamu.
Siapa tahu, ternyata aku sebenarnya adalah riuh
Dan
aku adalah diam.
Selamat tinggal.
Aku
akan rindu diammu.
Sampai bertemu di kehidupan yang selanjutnya.
- See more at: http://kotakpermenkaret.blogspot.com/#sthash.pjDmxUuh.dpuf
The Stalker
Every time you run away
I’ll always gonna find you
You’re always be found
Every place you hide away
I’ll always gonna guest it
‘Cause you’re predictable
I’ll always gonna find you
You’re always be found
Every place you hide away
I’ll always gonna guest it
‘Cause you’re predictable
In
life,
pakpolisiblog
Dulu
Saya
baru menyadari, ilmu-ilmu yang diajarkan saat saya kuliah itu luar biasa. Bukan
main. Sangat menarik dipelajari. Gila. Setelah lima tahun. Baru sadar ilmu-ilmu
itu begitu menarik. Menyesal saya dulu sering bobok di kelas, sering enggak
fokus, datang kelas cuma untuk memenuhi presensi saja. Gusti Allah..nyuwun pangapunten. Pak, Bu, jangan
pecat aku sebagai anakmu.
Kenapa
saya bisa berkata demikian?
Saya
akan sedikit berbagi tentang cara saya membuat gambar ilustrasi Hmm bukan
ilustrasi juga sih. Gambar kartun? Apapun namanya deh.
Sambil
menonton drama Korea (ini nggak penting), saya menggarap
Saya
pernah cerita, ingin sekali dipertemukan dengan seseorang. Sangat ingin. Orang yang
hanya saling tahu via dunia maya selama dua tahunan kurang lebih.
Iya,
saya mau bilang kalau saya sudah dipertemukan dengan orang ini di dunia nyata. Kayak
cerita di novel ya?
Kamis,
17 Oktober 2013
Setelah
siangnya mencari Mas Sap di Museum Kereta Kraton Rotowijayan, sore hari saya
setor foto yang saya dapat dari Mas Sap ke Mbak Lynda. Kami janji bertemu di
nDalem Yudhanegaran. Menurut informasi dari Mbak Lynda, di nDalem Yudhanegaran diadakan
latihan tari-tarian yang akan dipentaskan saat resepsi pernikahan GKR Hayu dan
KPH Notonegoro. Jadilah saya nggandhul Mbak
Lynda liputan. Saya juga nyicil cari bahan untuk jatah tulisan
saya tentang acara resepsi pernikahan putri raja ini.
Sekitar
jam 5 sore saya sampai di nDalem Yudhanegaran, komplek SMF Jogja. Di mana?
Aku kutip sebuah puisi. Ini puisi ada di novel Dilan. Puisi ini ditujukan untuk Milea.
Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah!
Aku ingin memesannya
untuk malam ini
Aku mau kamu
--- Dilan
Aku enggak akan menganalisis puisi di atas secara heuristik maupun hermeneutik. Kritik sastra sulit, apalagi sastra bandingan. Ih apa pula itu, mengungkit mata kuliah semester awal.
Aku hanya ingin mengomentari Dilan. Jujur sekali ya dia. Lucu. Milea dikata kue. Ah, Dilan, di masa mu belum ada hotline delivery ya. Kalau ada pasti kamu akan bingung mau delivery pizza, burger, ayam goreng, atau donat. Hahaha. Atau bisa jadi kamu akan analogikan Milea itu paket data internet. Nanti jadi begini puisinya:
Katakan sekarang
Kalau paket internet kau anggap apa dirimu?
Paket gaul? Paket anti galau?
Paket suka-suka? Paket unlimited?
Ayolah!
Aku akan aktifasikan
untuk malam ini
Aku mau kamu
Aku jatuh cinta menjelang kiamat #32
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Bukan dari pertemuan yg konyol namun indah #42
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Hanya sebatas melihat dari jauh pun jika Tuhan berkehendak #58
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Ragu ragu tapi ingin maju #25
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Lalu bertemu dalam maya #23
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Sebatas avatar, yg bukan wajahmu #32
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Sebatas kata kata 140 karakter yg mungkin bukan dirimu #54
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Ini jatuh cinta menjelang kiamat #32
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Bagaimana bisa sajak ini muncul begitu saja? #44
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Ya ini akibat 140 karakter dan avatarmu #39
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Jatuh cinta menjelang kiamat #28
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Membuat bodoh menjadi idiot #27
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Jatuh cinta pada robot #22
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Ya ini menjelang kiamat #23
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Seperti kafir tak beriman mencipta gambarannya sendiri tentang surga #68
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Berimajinasi sendiri merujuk avatar dan 140 karakter #52
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Aku jatuh cinta menjelang kiamat #32
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Sajakku ini bukan juru selamat #30
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013
Hanya ingin kau baca jika kau sempat. #37
— Amalia Fathonaty (@gigamenk) June 5, 2013